Sandythea’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

bayah kiwari

Profill Bayah

Bayah adalah suatu tempat yang terletak di daerah pulau jawa, tepatnya berada di sebelah selatan Banten (sebagai ibu kota propinsi) dan Lebak adalah Ibukota kabupatennya. Bayah merupakan ibu kota dari Kecamatan Bayah. Mempunyai penduduk sebanyak …. Jiwa, terdiri dari …. laki-laki dan ….. perempuan, yang terdapat pada 8 desa pendukung diantaranya :

  1. Desa Bayah Barat
  2. Desa Bayah Timur
  3. Desa Sawarna
  4. Desa Cimancak
  5. Desa Cisuren
  6. Desa Pasir Gombong
  7. Desa Suwakan
  8. Desa Cidikit

(sumber Kecamatan Bayah, data terakhir pada tanggal ……….)

Sejarah Bayah

Nyaris tidak ada orang yang tahu, bagaimana Bayah terbentuk, namun menurut keterangan beberapa tokoh dan sesepuh masyarakat siapapun tidak diperkenankan untuk mengetahui asal mula atau siapa pendiri Bayah. Pada dasarnya siapapun boleh mengetahui bagaimana Bayah dan apa yang terjadi di Bayah tetapi untuk mengetahui Bayah sampai ke hal sebagaimana tersebut di atas, adalah merupakan suatu hal yang sangat dilarang bahkan tabu hukumnya bagi siapapun yang berniat membuka tabir Bayah sebenarnya. Konon katanya jika niat ini memaksa untuk dilakukan maka orang tersebut akan menghadapi bahaya besar dan akan kualat hidupnya dan katanya pula hanya segelintir orang yang tahu siapa pendiri Bayah dan itu adalah orang-orang pilihan yang merupakan keturunan asli dari pendiri Bayah. Secara akal sehat kelihatannya memang mustahil, tetapi menurut cerita para orang tua hal ini sudah pernah terjadi. Wawlahu ‘alam bi sawwaf.

Adalah sudah merupakan ketetentuan alam, jika ada benda yang diciptakan pasti ada yang menciptakannya, begitupun dengan asal muasal Bayah, pastilah ada orang-orang yang merintisnya dan mereka adalah tokoh-tokoh sakti dengan memiliki ilmu kanuragan serta kebathinan setarap wali. tetapi siapapun itu pasti ada. Saya sendiri tidak berani lebih lanjut menanyakan hal ini (takut kualat).

Bukti fisik tentang adanya pendiri Bayah sampai sakarang masih ada dan masih tetap dilestarikan dan dirawat keutuhannya. Bukti fisik tersebut adalah berupa sebuah goong (gong) berwarna emas lengkap dengan pemukul dan beberapa alat ritual lainnya. Peralatan ini setiap bulan purnama tepatnya tiap malam 14 bulan hijriyyah akan ditabuh (dipukul) dalam suatu upacara adat ritual, yang konon katanya suara atau gemanya terdengar sampai ke Hanoyan (suatu daerah yang terletak di kabupaten pandegelang) dimana Hanoyan ini merupakan cikal bakal peralihan/tempat perpindahan orang Bayah di masa yang akan datang.

Wilayah Kasepuhan

Layaknya dibeberapa wilayah di Banten, Bayah merupakan wilayah kasepuhan. Kasepuhan ini adalah semacam struktur organisasi pemerintahan yang merupakan organisasi terbesar pada suatu wilayah. Kasepuhan Bayah memliki beberapa Sub Kasepuhan, diantaranya Kasepuhan Cicarucub, Kasepuhan Ciherang dan Kasepuhan Citorek.

Ketika ditanya mengapa wilayah kasepuhan Bayah tidak diperkenalkan kepada khalayak ramai? Menurut beberapa tokoh masyarakat Kasepuhan Bayah memang sengaja tidak di ekspos dengan alasan amanah dari para sesepuhnya memang demikian. Wilayah Kasepuhan Bayah sangat tinggi nilainya dan tidak akan dikomersialisasikan seperti kasepuhan-kasepuhan lainnya di Banten.

“Nanti suatu saat kita akan tahu kenapa hal ini dilarang!”

Beberapa wilayah di Kecamatan Bayah dan Kecamatan-kecamatan lainnya, mempunyai hubungan yang sangat erat. Beberapa wilayah tersebut diantaranya adalah: Cimangpang, Jatake, Gintung (Kec. Panggarangan), Cicarucub, Ciherang dan Citorek (Kec. Cibeber).

Hubungan beberapa wilayah ini adalah dalam hal pendiri, tokoh adat dan lain sebagainya. Mereka mempunyai ikrar bersama dan fatwa-fatwa. Salah satu contoh adalah seperti ini :

“jika seseorang yang melakukan perkawinan di antara 2 dari beberapa wilayah sebagaimana tadi disebutkan di atas maka kedepannya peruntungan, nasib, karir dan hidup mereka akan seperti yang mereka ikrarkan”. Memang tidak banyak orang yang percaya, tetapi bagi sebagian orang yang melakukan pernikahan tersebut mengalami hal yang seperti diramalkan/ikrarkan oleh sesepuh terdahulu.

Saat agresi militer belanda masuk ke daerah Bayah, perlawanan sengitpun dilakukan oleh masyarakat Bayah. Namun karena peralatan yang serba sederhana mereka tak senggup membendung serangan-serangan pasukan Belanda. Maka didasari rasa patriotisme yang tinggi, kemudian para tokoh Bayah berhasil meracik beberapa ilmu kanuragan dan kebathinan untuk mengusir penjajah. Dintara ilmu kanuragan dan kebatinan tersebut adalah tahan terhadap peluru, tahan terhadap senjata tajam, dapat menghilang, mampu berjalan di atas air, mampu bersekutu dengan makhluk ghaib dan lain sebagainya. Bahkan yang lebih hebat lagi mereka mampu menyamarkan Bayah dari penglihatan penjajah Belanda hingga mereka hanya melihat hutan belantara yang belum pernah terjamah manusia. Subhanallah.

Tan Malaka

Namun seiring berlalunya waktu dan setangguh apapun mansuia tetap Tuhan yang menentukan. Dengan berbagai cara Belanda akhirnya mampu menembus Bayah. Mereka merambah sampai ke Cikotok mengeruk kekayan kandungan emas dan mengikis batu bara di perut Bayah dengan membawa ribuan orang dari beberapa wilayah di pulau Jawa untuk dijadikan pekerja paksa (rodi).

Di jaman ini aktifitas Bayah semakin ramai, bayah menjadi jalur darat yang penting. Sepanjang jalur Bayah hingga ke Pelabuhan Banten, terbentang rel kereta (kini tinggal tanggul-tanggul jembatan saja) untuk mengangkut hasil bumi dan kekayaan kandungan alam.

Hingga beralih ke penjajahan Jepang, Bayah tetap menjadi salah satu tempat tujuan pengambilan kandungan alam dan hasil bumi. Tak berbeda dengan Belanda Jepang pun membawa tenaga kerja paksa (romusha). Bahkan diantaranya turut dalam penyamaran yaitu seorang tokoh nasional Tan Malaka yang beralih nama menjadi ILJAS HUSSEIN

Sarana infrastruktur yang dibangun pihak belanda pun sampai kini masih ada. Terdapat dibeberapa wilayah di antaranya pada KM 0, di sana terdapat reruntuhan bangunan yang bernama HOTEL ATAS. Dinamakan Hotel Atas dikarenakan posisinya yang berada di atas, merupakan tempat peristirahatan pejabat-pejabat kolonial yang baru singgah di Bayah.

Selain itu bukti fisik lain yang terdapat di Bayah adalah sebuah sumur yang dinamakan Dengki dan Dungus Sumur terletak di jantung Kecamatan Bayah. Kedua tempat tersebut menurut masyarakat setempat mempunyai daya mistis yang sangat luar biasa. Tempat lain adalah Sangko dan San-go serta Pasir Bendera yang merupakan sebuah tempat yang diperkirakan adalah tempat penyimpanan sementara atau pengambilan batu bara pada masa pemerintahan Jepang. Salah satunya terletak di daerah Sawarna. Bukti fisiknya adalah beberapa lobang menyerupai goa dan bantalan-bantalan baja bekas rel kereta (sekarang sudah hilang-dicuri) dan beberapa makam milik warga Belanda yang meninggal pada masa pemerintahannya.

Letak Geografis

Secara geografis, Bayah berada diantara himpitan dua buah bukit, dialiri oleh dua buah sungai (Cimadur dan Cidikit) yang bermuara di bibir pantai laut kidul. Lebih lengkap anda dapat mengakses peta pada : http://www.geografiana.com/peta-interaktif. peta ini adalah peta jaman baheula yang berarti keberadaan Bayah sebenarnya memang sudah eksis hanya saja tak tersentuh derap pembangunan karena sistem monopoli dan disentralisasi rezim pak Harto.

Kandungan Alam

Bayah benar benar daerah yang kaya raya. Terbukti setelah rezim suharto ambruk diterpa badai ciptaan mahasiswa geliatnya mulai terasa. Apalagi setelah uu otonomi daerah diberlakukan, satu-persatu investor asing mulai bertaburan. Mereka berlomba-lomba menguak jejak harta karun yang telah lama tersimpan di salah satu bagian perut bumi pertiwi ini. Banyak diantara mereka yang sukes dengan meraih keuntungan puluhan juta rupiah, namun tak sedikit juga yang kembali dengan hanya pakaian yang tersisa.

Hal ini menjadi menimbulkan pertanyaan besar di antara warga masyarakat yang awam. Namun akan sangat bayak kesimpulan yang bisa kita tarik andai kita berada ditengah-tengah mereka.

Berikut adalah beberapa harta karun yang ada di Wilayah Bayah dan sekitarnya :

1. Batu Bara

2. Batu galena

3. Pasir besi

4. Pasir Kwarsa

5. Batu granit

6. Batu belah

7. dll

September 21, 2008 - Posted by | sejarah

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: